Thursday, 15 December 2011

EKSISTENSI AL-QUR’AN SEBAGAI KITAB SUCI TERAKHIR YANG MENYEMPURNAKAN

BAB I PENDAHULUAN
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an merupakan kitab suci terakhir yang diturunkan Allah sebagai penyempurna bagi kitab-kitab lain yang terdahulu.
Sebagai umat Islam, hendaknya kita memahami segala hal tentang Al-Qur’an. Kita seharusnya mempelajari segala sesuatu yang berkenaan dengan Al-Qur’an, mulai dari sejarah turunnya, cara membacanya dan kandungan isinya.
Dalam makalah ini, penulis berusaha menyajikan beberapa hal berkaitan dengan Al-Qur’an. Tentunya hanya sebagian kecil yang bisa penulis sajikan karena begitu luasnya ilmu tentang Al-Qur’an.
BAB II PEMBAHASAN
A.DEFINISI AL-QUR’AN
Secara bahasa, Al-Qur’an berasal dari kata qara-a (قرء) yang berarti bacaan, berbicara tentang apa yang tertulis padanya atau melihat dan menelaah. Hal ini sesuai dengan firman Allah QS al-Qiyamah ayat 17-18. Menurut QS al-Isra’ ayat 9, Al-Qur’an digunakan sebagai nama kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam surah al-Baqarah ayat 2 Al-Qur’an disebut al-kitab.
Secara istilah definisi Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang tiada tandingannya (mu’jizat), diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. penutup para nabi dan rasul, dengan perantaraan Malaikat Jibril as. ditulis dalam mushaf-mushaf yang disampaikan kepada kita secara mutawatir, serta mempelajarinya merupakan ibadah, dimulai dengan surah al-Fatihah dan ditutup dengan surah an-Nas .
Kitab suci umat Islam ini dinamai Al-Qur’an karena banyak kata-kata Al-Qur’an yang terdapat dalam ayat-ayatnya antara lain dalam surah Qaf ayat 1, surah al-Isra’ ayat 9.
B.SEJARAH SINGKAT PENYUSUNAN DAN TURUNNYA AL-QUR’AN
Surah-surah dan ayat dalam Al-Qur’an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad selama 23 tahun masa kenabiannya (QS 17:106)
Urutan surah-surah dalam Al-Qur’an saat ini tidak sama dengan dengan
urutan turunnya surah-surah tersebut. Penyusunan surah-surah dalam Al-Qur’an diajarkan oleh Nabi Muhammad (tauqifi).
Sebelum Rasulullah SAW wafat, ayat-ayat yang turun secara bertahap ditulis pada papan-papan, pelepah korma, kulit domba dan dihapal. Pada masa khalifah Abu Bakar, tulisan-tulisan ayat-ayat Al-Qur’an dikumpulkan menjadi satu. Pada masa Khalihat Utsman, ayat-ayat Al-Qur’an disalin menjadi sebuah mushaf dengan ketua panitia Zaid bin Tsabit. Mushaf ditulis sebanyak lima buah. sebuah meshaf ditinggal di Madisah dan yang lain dikirim ke Mekah, Kuffah, Basrah. Semua penulisan mushaf setelah masa itu harus menyalin dari salah satu mushaf yang lima tersebut.
C.NAMA-NAMA LAIN AL-QUR’AN
Al-Qur’an mempunyai beberapa nama lain yang menunjukkan kedudukannya yang tinggi dan luhur. Nama-nama tersebut antara lain:
1.Al-furqan artinya memisahkan yang Haq dari yang Bathil nama ini antara lain terdapat dalam surah al-Furqan ayat 1.(25:1 ).
2.Al-Kitab artinya tulisan yang lengkap, antara lain dapat ditemukan surah al-Baqarah ayat 2, an-Nahl ayat 89 dan ad-Dukhan ayat 1-3.
3.Adz-Dzikru artinya peringatan. Nama ini dapat dijumpai pada surah al-Hijr ayat 9.
4.At-Tanzil artinya yang diturunkan. Nama ini dapat ditemukan dalam surah asy-Syu’ara ayat 192-193.
5.Al-Mau'idhah artinya nasihat, terdapat dalam Al-Qur’an surah 10:57 ).
6.Asy-Syifa' artinya obat, terdapat dalam Al-Qur’an surah Yunus ayat 57.
7.Al-Huda artinya Petunjuk, terdapat dalam Al-Qur’an surah al-Jin ayat13.
8.Al-Hikmah artinya Kebijaksanaan, terdapat dalam Al-Qur’an surah al-Isra’ ayat 39.
9.Al-Hukmu artinya peraturan, terdapat dalam surah ar-Ra’du ayat 37.
10.Ar-Ruh artinya Roh. Nama ini terdapat dalam surah asy-Syuura ayat 52 .
D.FUNGSI AL-QUR’AN
1.Sebagai mukjizat Nabi Muhammad untuk membuktikan bahwa Nabi
Muhammad adalah Nabi dan Rasul Allah, dan bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah, bukan buatan Nabi Muhammad.
2.Sebagai sumber segala aturan tentang hukum, sosial, ekonomi, kebudayaan, pendidikan, moral dan sebagainya yang harus menjadi pedoman bagi umat manusia untuk memecahkan persoalan yang dihadapi.
3.Sebagai hakim untuk memberi keputusan terakhir mengenai masalah-masalah yang dipertentangkan kalangan pemimpin-pemimpin agama.
4.Sebagai pengukuh keberadaaan para Nabi dan Rasul sebelum Nabi Muhammad.

E.ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN
Al-Qur’an terdiri dari 114 surah. Surah yang terpannjang adalah surat al-Baqarah yang terdiri dari 286 ayat dan yang terpendek adalah al-Kautsar yang terdiri dari 3 ayat. Surah-surah tersebut sebagian turun di Mekkah dan sebagian turun di madinah. Surah yang turun di Makkah dinamakan Makkiyyah, pada umumnya surahnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq.
Surah yang turun di Madinah disebut surah Madaniyyah, pada umumnya surahnya panjang-panjang, menyangkut peraturan-peraturan yang mengatur hubungan seseorang dengan Tuhan atau seseorang dengan lainnya (syari'ah), menerangakan dengan rinci bukti-bukti dan dalil-dalil yang menunjukkan hakikat-hakikat keagamaan.
Secara garis besar kandungan Al-Qur’an dapat kita bagi menjadi beberapa hal pokok seperti berikut ini :
1.Aqidah/Akidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Al-Qur’an mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT.
Ayat tentang ketauhidan antara lain surat al-Ikhlas ayat 1-4:
قُلْ هُوَاللهُ اَحَدٌ ۱ اَللهُ الصَّمَدُ ۲ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ ۳ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُواً اَحَدٌ ٤
artinya:
Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia
2.Peringatan/Tadzkir
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa'id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepada-Nya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa'ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam Al-Qur’an atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambaran yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib.
Contoh ancaman dalam surah al-Hajj ayat 72 yang artinya:
Dan apabila dibacakan di hadapan mereka ayat-ayat Kami yang terang, niscaya kamu melihat tanda-tanda keingkaran pada muka orang-orang yang kafir itu. Hampir-hampir mereka menyerang orang-orang yang membacakan ayat-ayat Kami di hadapan mereka. Katakanlah: "Apakah akan aku kabarkan kepadamu yang lebih buruk daripada itu, yaitu neraka?" Allah telah mengancamkannya kepada orang-orang yang kafir. Dan neraka itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
Contoh Janji Allah dalam surah al-Furqan ayat 16 yang artinya:
Bagi mereka di dalam surga itu apa yang mereka kehendaki, sedang mereka kekal (di dalamnya). (Hal itu) adalah janji dari Tuhanmu yang patut dimohonkan (kepada-Nya).
3.Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari pengertian "fuqaha" ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dikerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.
Contoh ayat tentang ibadah dalam surah

artinya:
Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.
4.Akhlaq/Akhlak
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.
Contoh ayat tentang akhlak surah an-Nahl ayat 90yang artinya:
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.
5.Hukum-Hukum
Hukum yang ada di Al-Qur’an adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam Islam berdasarkan Al-Qur’an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu'amalat, munakahat, faraidh dan jihad.
Contoh ayat tentang hukum surah al-Maidah ayat 96 yang Artinya:
Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) binatang buruan darat, selama kamu dalam ihram. Dan bertakwalah kepada Allah Yang kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.
6.Sejarah-Sejarah atau Kisah-Kisah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.
Contoh ayat tentang sejarah surah al-Kahfi ayat yang artinya:
Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya."
F.MUKJIZAT Al-Qur’an
Mukjizat adalah hal atau peristiwa luar biasa yang terjadi pada diri Nabi/Rasul sebagai bukti kenabiannya yang ditintangkan kepada yang ragu untuk melakukan atau mendatangkan hal serupa, namun mereka tidak mampu melayani tantangan itu. Al-Qur’an merupakan mukjizat Nabi Muhammad yang abadi. Beberapa segi kemukjizatan al-Qur.an antara lain:
1.Keindahan gaya bahasa yang tidak mungkin ditandingi ahli bahasa Arab manapun (2:23, 17:88).
2.Dari segi pemberitaan mengenai kejadian masa lalu yang terbukti kebenarannya dan sesuai dengn kitab suci sebelumnya (29:48).
3.Dari segi pemberitaan tentang hal-hal yang akan terjadi dan ternyata memang terjadi (30:2-4, 17:1).
4.Dari segi kandungannya akan hakikat kejadian alam dengan isinya serta hubungan antara satu dengan lainnya. Pemberitaan ini merupakan hal-hal luar biasa yang kemudian terungkap kebenarannya melalui penggalian ilmu pengetahuan dan teknologi. Contohnya proses kejadian manusia dalam surah al-Mukminun ayat 12-14.

BAB III PENUTUP
Al-Qur’an sebagai kitab suci yang terakhir merupakan penyempurna bagi kitab-kitab suci sebelumnya yang diturunkan Allah kepada nabi-nabi terdahulu. Al-Qur’an diturunkan sebagai pegangan umat manusia sampai akhir zaman.
Makalah di atas hanyalah sekelumit tentang hal-hal yang bisa dipelajari dari Al-Qur’an. Kita sebagai umat Islam hendaknya terus belajar dan memperdalam ilmu tentang Al-Qur’an dari berbagai sumber sebagai pagangan hidup kita.
Makalah ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan.

DAFTAR PUSTAKA
1.Departemen Agama Republik Indonesia. 1994. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Semarang. CV. Grafika Semarang.
2.Madaniy, Malik dkk.1998.Mengungkap Rahasia Al-Qur’an. Bandung. Mizan.
3.Syarifuddin, Amir. 1997. Ushul Fiqh Jilid I. Jakarta. Logos Wacana Ilmu.
4.Umar, Moch. Chudlori dkk. 1984. Pengantar Study Al-Qur’an. Bandung. PT AL-Ma’arif.
5.Zuhdi, Masjfuk. 1997. Pengantar UlumulAl-Qur’an. Surabaya. CV. Karya Abditama.

2 comments:

Belajar Bersama said...

buat teman-teman yang mau ambil buat contoh makalah atau referensi, silahkan. Tapi sedapat mungkin cari buku referensinya ya.

Belajar Bersama said...

belajar dan berbagi pengalaman. belajar nulis dan nambah wawasan. semoga bermanfaat.